Seulanga (Babak I)

Drama 
Alimuddin
Pemenang Sayembara

Kupersembahkan naskah ini kepada tanoh negriku yang selalu tercompang-camping dengan luka. Air mata yang terluka. Inilah dariku. Seulanga… 

PARA TOKOH
  • Seulanga (seorang istri, anggota lascar perjuangan balas dendam)
  • Panglima Manan (pemimpin pasukan balas dendam)
  • Mualim hasanah (pelatih khusus untuk pejuang inong)
  • Mala (sahabat seulanga)
  • Sakdiah ( sahabat seulanga)
  • Orang-orang hijau di rumah seulanga (3 orang)
  • Masyik (nenek seulanga)
  • Abu (bapak seulanga)
  • Bang suman (suami seulanga)
  • Mak (ibu seulanga)
  • MEULU (anak kecil inong di kampung Seulanga)
  • Zakir (anak kecil agam di kampung)
  • Anak-anak agam kecil di kampung
  • Anak-anak inong kecil di kampung
  • Ibu tua di pengungsian
  • Tiga pria kekar dan berkumis di meunasah.
LATAR
  • Di halaman rumah seulanga. Rumah itu adalah rumoh Aceh.
  • Di meunasah.
  • Di salah bukit di pedalaman Aceh besar.
  • Banda aceh setelah terjadinya tsunami.
  • Di salah satu tempat pengungsian di Darussalam.
abey-cancer.blogspot.com 

Babak   II   III   IV   V   VI   VII   VIII   IX

PEMBUKAAN

PANGGUNG GELAP

TERDENGAR KEGADUHAN. TERIAKAN MINTA TOLONG, LEDAKAN BOM, TEMBAKAN YANG MEMBABI-BUTA, TANGISAN ANAK KECIL. SEPATU, MOBIL PANCERS.
LALU SUARA-SUARA BERTERIAK KEBAKARAN. SUARA IBU MENANGIS MEMANGGIL ANAK GADIS MEREKA.
KEMUDIAN SEPI. SEMAKIN SEPI. LAHAN-PERLAHAN TERDENGAR SENANDUNG MUSIK DAN NYANYIAN ACEH.
**Jino lon kisah saboh riwayat Kini kuceritakan sebuah riwayat Kisah baro that…baro that di Aceh Raya Kisah yang baru terjadi di Aceh Raya Lam karu Aceh..Aceh Timu ngon Barat ngon Barat Dalam kekisruhan Aceh.. Aceh, Timur dan Barat Di saboh tempat…tempat meuno calitra Di suatu tempat..begini ceritanya
 
Na sidro aneuk jimo siat at Ada seorang anak yang menangis terus Lam jiep jiep saat saat dua ngon poma Terus menangis dipangkuan ibunya
Ditanyong bak ma bak ma ayah jino pat..jino pat? Ditanya pada ibunya, dimana ayah sekarang
u
lon rindu that…rindu that Aku sangat rindu, rindu sekali keuneuk eu rupa ingin melihat wajahnya
 Nyo mantong hudep meupat alamat Kalau masih hidup, dimana tinggalnya  Uloun jak seutot ..jak seutot oh watee raya kan ku datangi, datangi waktu besar Nyo ka meuninggai..meuninggai Jika meninggal..meninggal Meupat keuh jirat ..ouh jirat Mana kuburan kuburannya  Loun keuneuk jak siat …jak siat lon baca do’a Aku kan datang sebentar..kan datang sebentar membaca doa
 Udeep di poma oh tan lee Ayah Hidup si ibu tanpa sang ayah Lon jak tueng upah tueng upah Ku cari kerja ya kerja Lon bri bu gata Untuk cari nasi kamu Ka naseb tanyo.. geutanyo Kehendak bak Allah..bak Allah Sudah nasib kita, kehendak Allah ya Allah Adak pih susah… susah tetap lon saba Walaupun susah oh susah tetap bersabar
 Se eu’t lee poma…aneuk meutuah Dijawab ibunya , wahai anakku Kehendak bak Allah..bak Allah geutanyoe saba Kehendak Allah ya Allah, kita bersabar Bek putouh asa ..hai asa cobaan Allah..Ya Allah Jangan putus asa hai asa, cobaan Allah ya Allah Saba ngon tabah ..ngon tabah dudoe bahgia.. Sabar dan Tabah dan tabah, akhirnya bahagia Talakee do`a ..taniet bak Allah Kita berdoa, Niatkan pada Allah Ubee musibah..musibah bek lee trok teuka Semua musibah..musibah, jangan lagi datang Aceh beu aman..beu aman bek lee ro darah..ro darah Aceh harus aman, jangan lagi tumpah darah Seuramo mekkah..mekkah beu kong agama. Serambi Mekah, Kuatkan agama
BABAK I
ADEGAN I

SENANDUNG LAGU ACEH MASIH LAMAT TERDENGAR.
MENDUNG, DUA HARI SUDAH PENYERBUAN OLEH ORANG-ORANG HIJAU MELANDA KAMPUNG. SEORANG PEREMPUAN (SEULANGA) DUDUK DI DEPAN JENDELA RUMOH ACEH. IA MEMANDANG LANGIT DENGAN TATAPAN KOSONG. SESEKALI AIR MATA MENGALIR SENDIRI DARI MUKA KEPUCATAN ITU. WAJAH DAN PAKAIANNYA LUSUH. RAMBUTNYA TIDAK SELURUHNYA TERTUTUP DENGAN KERUDUNG HITAM. DI DEPANNYA(HALAMAN RUMAH SEULANGA) SEMAK DENGAN KAYU-KAYU, ANAK-ANAK PELURU-PELURU YANG TELAH DITEMBAKKAN, JUGA DARAH-DARAH DI BEBERAPA TEMPAT. AGAK KEJAUHAN KELIHATAN BUNGA SEULANGA YANG SEPERTI INGIN LAYU.
SEULANGA (26 TAHUN) ADALAH SALAH SATU KORBAN PENYERBUAN ORANG-ORANG HIJAU. SUAMINYA (SUMAN) YANG BARU MENIKAHINYA BEBERAPA BULAN LALU DIBUNUH. PUN ABU DAN MAK YANG IKUT TERBUNUH. IA JUGA DIPERKOSA BERAMAI. HANYA TERSISA IA DAN MASYIK (NENEK).
SEULANGA : (BERGUMAM) untuk apa juga lon melanjutkan hidup kalau begini? Semua telah pergi. Mak, abu pun suami lon. (AIR MATA MULAI MEREMBESI PIPI SEULANGA) mengapa tak lon ikut mati sekalian? (MENATAP LANGIT DENGAN SEKSAMA) Po Rabbi1, mengapa tak tarik juga nyawa lon sekalian. Mengapa hanya tinggal lon dan masyik2 saja? Mengapa?? (MENGGUGAT). Kini sungguh tak ada alasan lon untuk hidup dan bertahan. Lebih baik (AIR MATA SUDAH BEGITU HEBAT MENGUASAI SEULANGA ) lon mati saja! Lebih baik lon mati! (HISTERIS DAN BERSUARA KERAS).

ADEGAN II

DARI ARAH RUANG TAMU RUMOH ACEH TERGOPOH-GOPOH DATANG PEREMPUAN TUA (MASYIK). MASYIK ADALAH PEREMPUAN BERUSIA 75 TAHUN. MASYIK MENGHAMPIRI SEULANGA YANG DUDUK DEKAT JENDELA.
LAMPU KEMUDIAN MENYOROT RUANG TAMU RUMOH ACEH. KITA MELIHAT DI DINDING RUANG ACEH TERGANTUNG BEBERAPA TULISAN KALIGRAFI BAHASA ARAB, SEBUAH KALENDER DINDING DAN GAMBAR KA’BAH. DI DINDING LAINNYA TERGANTUNG FOTO PERNIKAHAN SEULANGA DENGAN SUAMINYA. SERTA SATU JAM DINDING TUA DI DINDING SISI LAIN.
SEULANGA : (MENOLEH KE ARAH MASYIK) lihat masyik (SEULANGA MENGUSAP AIR MATA) apa yang tersisa? Hanya luka dan luka (BERSUARA LIRIH). Dan kita yang terluka masyik (TERTAWA SENDIRI).
MASYIK : (MENGELUS PUNGGUNG SEULANGA) sabar nyak3. (MENGHELA NAPAS BERAT) ini sudah kehendak po Rabbi.
SEULANGA TAK PEDULI.
SEULANGA: Mak-Abu dibunuh masyik. Suami lon Bang Suman dibunuh. (SUARA PARAU) dan lon diperkosa masyik.
MASYIK MEMELUK SEULANGA. SEULANGA TERSEDU-SEDU MENANGIS DALAM DEKAPAN MASYIK. AKAN TETAPI SESAAT SETELAH ITU SEULANGA MELEPASKAN DIRI DARI DEKAPAN MASYIK.
SEULANGA : Padahal Abu paling pantang melihat lon menangis (PIKIRAN MENERAWANG, MASIH MENANGIS). Tapi luka ini terlalu dalam abu?( BERKATA PELAN SEOLAH BERBICARA DENGAN DIRI SENDIRI).
MASYIK BERJALAN LEBIH KE DEPAN JENDELA. DARI JENDELA MELIHAT JAUH KE LANGIT. DIAM-DIAM AIR MATA KELUAR DARI MATA PEREMPUAN TUA ITU.
MASYIK: Abu ingin kamu menjadi perempuan kuat-perkasa neuk4. Sekuat Cut Nyak Dhien ketika mengusir kaphee Beulanda (BAHU MASYIK NAMPAK SEDIKIT BERGUNCAN-GUNCANG).
SEULANGA TIDAK TERLALU PERDULI. IA SEPERTI SIBUK DENGAN DUNIANYA SENDIRI.
SEULANGA : tapi Seulanga kini adalah seulanga rapuh. Angin saja akan sanggup menerbangkannya ke negeri entah-berantah. Seulanga kini adalah seulanga yang ingin segera mati.
MASYIK TERSENTAK DAN SEKARANG MENOLEH MUKA KE ARAH SEULANGA. MASYIK BERJONGKOK DI HADAPAN SEULANGA. TANGAN KERIPUT ITU MENGHAPUS AIR MATA YANG MEREMBES DI MUKA SEULANGA.
MASYIK : Berjanjilah neuk untuk tidak akan melakukan hal-hal aneh (MUKA BERHARAP). Hanya si nyak harta masyik yang tersisa kini (MENANGIS LAGI, AIR MATA LEBIH HEBAT).
SEULANGA TERDIAM. MATA MASYIK SEPERTI INGIN MENEROBOS PIKIRAN SEULANGA.
SEULANGA : Lon berjanji (RAGU). Maaf masyik, lon tidak bisa berjanji (BERKATA DALAM HATI). Lon hanya ingin mati kini (MASIH BERKATA DALAM HATI).
LAMPU FOCUS MENYOROT SEULANGA YANG LARUT DALAM PIKIRANNYA SENDIRI. KEMUDIAN PERLAHAN LAMPU SOROT MENGECIL DAN SEMAKIN MENGECIL.
PANGGUNG GELAP.
KILAS BALIK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *