Hasrat Seks Politikus

Esai Imam MJ (Pikiran Rakyat edisi Cirebon, 13 Juni 2012)

Tahun 2010 yang silam, beratus – ratus hari dan berjuta – juta jam yang telah lalu. Di Pekarangan Kijang Mas, Para pemikir atau para pencinta keindahan menulis sebuah kitab Carita Cekak yang di dalamnya mengandung Surealisme masyarakatnya. Kitab itu di namai “ Matahari Retak diatas Cimanuk “ adalah symbol dari kecintaanya dan keseriusanya pada dunia Kesusastraan sebagai Miftahul Jannahatau kunci suwarga dunya bagi para raja – raja yang sentimentil pada penderitaan rakyatnya yang secara tidak langsung diakibatkan dari lakukampahe ing raja – raja itu sendiri.
Di dalam kitab itu terdapat sebuah carita yang benar – benar mencekik lehar para calon birokrat yang akan disandangnya. Anu Aneh. Adalah kisah yang tertuang lekat dalam kitab itu. Dikisahkan seorangabdi dalem di jajaran birokrasi bungkuk udang yang mengalami keanehan di anunya saat menatap gambar dari para penguasa di negeri ini dari Presiden, Gubernur, Walikota, Camat, Kuwu, RW hingga RT yang terpampang di ruang tamunya. Hal ini di karenakan hasrat atau nafsu birahi yang besar kepada para pejabat yang bertengget, seraya ingin menikmatinya penuh dengan ereksitas.
Keanehan itu merepotkan dirinya, karena setiap menatap potret seorang pemimpin di manapun potret itu di alun – alun, di pinggir jalan, atau di atas tempat sampah pun ia secara reflek seraya menunduk dan menyilangkan tangany di depan selangkanganya dan ereksi itu mulai menggelinjing. Pembesaran abnormal. Apalagi pas ketika berada di kantor saat mempersiapkan untuk rapat banyak para pejabat yang lalu lalang ia akan selalu menunduk dan telunjuknya mengacung. Ketika itu ada yang basah di celanya. Sementara pada istrinya anunya tidak berkutik sedikitpun hanya menunduk.

Ini adalah bagian dari kodrati manusia yang memiliki Syahwat besar pada sesuatu yang besar pula. Nafsu birahi adalah salah satu dari beberapa nafsu – nafsu yang lainya yang melekat di tubuh dan otak manusia. Birahi biasanya ini ada pada laki – laki ketika melihat perempuan denok demplon, maka getaran – getaran itu menyelubungi seluruh selangkangan dan bermuara pada anu. Tapi yang di rasakan oleh abdi dale mini adalah bukan suatu kelainan tapi birahi memang sudah menjalar ke saraf otak dan memutuskan saraf yang wajar menyambungkan pada ego dan impian akan kekuaasan.
Sebenarnya birahi yang dialami oleh abdi dalem dalam kisah itu, telah dirasakan dan diderita oleh beberapa calon birokrasi di negeri ini yang nafsunya memuncak ketika menghadapi para petinggi negeri ini. Ada hasrat untuk bercinta. Berharap agar suatu saat nanti setelah bercinta ada sperma petinggi yang membuahi janin cita – cita dan akan menjadi embrio dan terlahir dari rahimnya.
Kisah Anu Aneh adalah salah satu dari sekian judul yang ada di kitab itu adalah penulisnya adalah Raden Mas Tandy Escober atau sering di sebut oleh kalangan elit budayawan dan seniman dengan nama Tandi Skober. Beliau sangat di kenal sebagai pemuka budaya, yang benar – benar tidak menyukai melihat air mata yang di keluarkan oleh masyarakatnya yang berada di pekarangan itu. Setiap kali ia melihat warganya yang meneteskan air mata yang pedih, ia selalu mencoba mengorek kebenaran yang telah terjadi. Seperti dalam beberapa kitabnya yaitu Seribu Sujud Seribu Masjid danPelacur, Politik dan Hehe.

Tandi Skober adalah putra mahkota yang lahir dari Dermayu. Ia adalah titisan dari Pangeran Sutajaya Mas, beliau adalah salah seorang yang terpenting dalam sejarah babad dermayu dari pekandangan di Pekarangan Kijang Mas dan sekarang disebut Indramayu.
Tandi Skober sepintas namanya tidak terlalu mirip dengan P. Sutajaya Mas, tapi mari kita kaji bersama – sama. Tandi adalah nama asli beliau, skober adalah nama pena perubahan dari Escober. Sementara P. Sutajaya Mas adalah pemilik keris pusaka Setan Kober hadiah dari ayahnya yaitu Ki Jebug Angrum, beliau adalah orang yang pertama kali yang mukim dan membabad hutan di daerah pekandangan Indramayu.
Nama skober bisa di ambil dari nama keris milik P. Sutajaya Mas. Keris itu di pake oleh pangeran ketika beliau hendak melaksanakan tugas dari raja Cirebon untuk menjaga gudang pusaka Cidenok. Sementara nama Skober di pake oleh Bang Tandi untuk melaksanakan tugas – tugasnya menulis berita ketika menjadi wartawan di mimbar umum medan dan menulis esai – esai budaya yang mampu meraupi para pembaca dengan kesagaran khas sungai cimanuk dan terlihat jelas kekuatan Skober mampu memberi warna khas pad setiap kalimat yang ia tulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *