Ayat-Ayat Cinta 2 (bagian 5)

Fahri melihat jam tangannya.

Sorry, time is over,” kata Fahri sambil memasukkan dua buku ke dalam tasnya.

Gadis bermata sipit angkat tangan.

“Yup.”

“Satu pertanyaan terakhir, kalau diperbolehkan.”

“Silakan.”

“Ini di luar tema pembahasan. Tapi saya penasaran ingin menanyakannya kepada Anda.”

“Semoga saya bisa membantu.”

“Dari cara ritual ibadah Anda tadi, saya bisa pastikan Anda seorang Muslim.”

“Benar. Saya seorang Muslim. Dan kita saat ini berada di gedung IMES, Islamic and Middle Eastern Studies, The University of Edinburgh,” kata Fahri tanpa ragu.

“Satu pertanyaan saya, kenapa orang Muslim suka bom bunuh diri?”

Fahri agak kaget mendengar pertanyaan itu. Ia sama sekali tidak mengira akan ditanya seperti itu. Sebuah pertanyaan yang sangat jauh dari tema kuliah siang itu. Dan itu bukan kali pertama ia seperti diadili sebagai seorang Muslim dengan pertanyaan seperti itu. Ketika ia tinggal di Jerman, menyelesaikan doktornya dan menjadi salah satu imam di Islamische Zentrum Freiburg e. V. Freiburg, ia pun kerap mendapat pertanyaan-pertanyaan serupa. Tidak semua orang mendapat informasi yang benar dan jujur tentang Islam. Dan ia merasa tidak boleh bosan atau lelah untuk menjawab segala pertanyaan demi menyampaikan informasi yang jujur.

“Waktu saya sangat terbatas Juu Suh. Saya tidak akan menjawab panjang lebar, Kalimat pertanyaanmu itu tidak benar, dan bernada menghakimi. Itu tidak fair. Saya Muslim dan saya sangat tidak suka dengan bom bunuh diri. Saya belajar teologi Islam di Universitas Al Azhar. Hampir tujuh tahun saya di sana. Selama itu tidak sekalipun saya mendapatkan adanya ajaran bom bunuh diri. Saya mengambil master di Pakistan, juga tidak menemukan ajaran itu.”

“Lalu saya menyelesaikan Ph.D di Freiburg, saya mengkaji manuskrip Arab Islam abad pertengahan. Sebuah manuskrip Tafsir Al-Qur’an karya Quthbuddin Asy Syirazy yang bernama Fath al-Mannan. Dalam mengkaji manuskrip itu, saya harus menyelesaikan dan membaca tak kurang dari sepuluh kitab tafsir dari awal sampai akhir. Khatam dan tuntas. Dan saya tidak menemukan Al-Qur’an memuat ajaran bom bunuh diri. Silakan ditulis, justru Al-Qur’an melarang membunuh dan Al-Qur’an justru menyuruh menjaga kehidupan. Membunuh satu orang sama saja membunuh seluruh umat manusia. Dan membiarkan hidup satu orang sama saja menghidupkan seluruh umat manusia. Ada di dalam Al-Our’an, Surat Al Maidah ayat 32, Al-Qur’an juga melarang orang beriman berbuat kerusakan, dan melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri.”

“Kalau Al-Qur’an mengajarkan yang sedemikian baiknya, kenapa masih ada orang Islam yang melakukan bom bunuh diri?” tanya Juu Suh.

(Bersambung)

Sumber: http://epaper.republika.co.id//main/index/2015-01-08
Sumber: http://epaper.republika.co.id//main/index/2015-01-08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *