Jodoh, Cinta dan Nazar

Oleh Naqiyyah Syam
Dimuat di Rakyat Sumbar, 30 April 2016

25325380Setiap orang punya cara tersendiri mempersiapkan pernikahan. Persiapan itu sendiri meliputi persiapan mental, fisik, ilmu dan finansial. Menikah tak hanya sekedar cinta. Tapi juga penyatuan dua karakter yang berbeda. Menjadikan dua insan sebagai patner untuk mengapai rumah tangga yang bahagia. Untuk itu, sebelum ijab kabul, diperlukan kesepakatan prinsip antara calon mempelai agar biduk rumah tangga menjadi lebih terarah.

Dikisahkan Silviana Hariri atau Silvi seorang gadis yang cantik dan desainer ternama pemilik Sexy Boutique terjebak di lift yang mati bersama seorang lelaki bernama Raka. Padahal, hari itu Silvi ingin bertemu dengan Dion yang ingin melamarnya secara romantis setelah 3,5 tahun mereka berpacaran. Panik karena lift tak mau terbuka, Silvi mengucapkan nazar. Ia akan memakai jilbab kalau bisa keluar dari lift. Tak lama, lift langsung terbuka setelah Silvi mengucapkan nazar tersebut (Hal 32).

Usai kejadian di lift itu, Silvi seakan melupakan nazarnya. Ia sibuk mempersiapkan pesta pernikahannya yang tinggal 99 hari usai lamaran. Ia menolak menggunakan Weeding Organizer. Ia bersikeras menyiapkan sendiri (Hal 61). Tanpa diduganya, Dion tak bisa menemaninya mempersiapkan pernik-pernik pernikahan karena Dion sebagai produser mendapatkan tugas menemani tour Banana Band selama 60 hari. Silvi meradang, ia protes dengan sikap Dion yang menyerahkan urusan pernikahan dengan Raka salah satu bawahannya.

Bersama Kaira sahabatnya yang telah lama berjilbab, Silvi mempersiapkan pernikahannya. Dari mencari gedung, sovenir, cattering, sampai mengurus penghulu ke KUA. Di sinilah terjadi huru-hara. Silvi mengalami penipuan. Ia tertipu saat ingin memesan gedung. Ia mengalami kerugian sebanyak 25 juta (Hal 93). Belum lagi saat ingin memesan undangan, lagi-lagi Silvi mengalami penipuan. Demikian juga saat ingin memesan cattering, mendadak adiknya, Gina dan personal group band Chit Chit mengalami keracunan makanan. Gina pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit (Hal 158).

Disaat kesulitan beruntun datang, Raka mengingatkan akan nazar Silvi saat terjebak lift. Silvi marah dan menjauhi Raka. Ia sangat membenci Raka yang terus menasehatinya.

“Hati kamu tertutup, Sil. Kamu menolak semua nasihat. Bahkan kamu nggak menjalankan nazarmu waktu di lift. Apa kamu lupa? Atau sengaja tak mau memenuhi nazarnya?” (Hal 206).

Mendengar itu, Silvi kesal dan mengirimkan SMS kepada Dion untuk memecat Raka. Mengetahui nazar Silvi, Kaira membujuk Silvi untuk menjalankan nazar itu, tapi Silvi bersikeras menolak, bahkan bersumpah tidak akan memenuhi nazarnya (Hal 226). Namun musibah terus menghampiri Silvi, ia akhirnya merenung dan bertekad menjalankan nazarnya.

Mengetahui perubahan Silvi, Dion tidak mendukungnya. Ia bahkan memutuskan pertunangan mereka. Silvi down mendengar tunangannya memutuskan cinta. Apalagi, persiapan pernikahan sudah selangkah lagi menuju gerbang rumah tangga. Namun, akhirnya masa krisis percaya diri Silvi mampu dihadapinya. Silvi mendapatkan jodoh yang pas diwaktu yang tepat.

Novel ini sangat asyik dibaca sekali duduk. Achi TM yang terbiasa menulis skenario TV menjadikan novel ini ringan dibaca. Bahasa yang pas untuk berbagai usia, walau bertema religi. Novel dengan 322 halaman ini mengajak perempuan melakukan perenungan. Bagaimana memilih calon suami yang baik.

Selain itu, novel yang ditulis Achi TM ditulis dengan gaya pop dan moderat ini bertabur hikmah. Uniknya, novel ini mengulas sebuah persahabatan antara Silvi dan Kaira. Banyak orang sukses yang didampingi oleh kesetiaan orang-orang di sekitarnya. Begitu juga yang ditampilkan dalam novel ini.

Novel ini cocok untuk remaja atau dewasa. Pilihan judul yang menarik Insya Allah, Sah! Membuat pembaca langsung menebak tema lika-liku persiapan pernikahan. Cover buku bergambar sepeda berwarna merah dengan sekeranjang bunga membawa nuasa romantis calon pengantin. Kekuatan dalam novel ini ada pada prolog yang langsung mengundang penasaran dan membuat pembaca betah hingga sampai ke akhir halaman.

 

Penulis: Achi TM

Penerbit: Gramedia, Jakarta

Cetakan: Pertama, 2015

Tebal: 328 Halaman

ISBN: 978-602-03-1465-5

Sumber: http://www.naqiyyahsyam.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *