Tentang Seekor Elang dan Puisi lain

Puisi-puisi Yus R. Ismail
Dimuat di Bandung Pos, 24 Pebruari 1990

TENTANG SEEKOR ELANG

seekor elang bersayap patah
tertusuk tombak musim
cakrawala di matanya
tak berwarna

waktu hanyalah diam
dan kita tak diam!

seekor elang bersayap patah
terseok-seok
mencari esok

Maret 1988

***

TARAWANGSA

lagu merayapi malam
memeras batu airmata
membangunkan tidur bumi yang mulai ngorok

gerimis airmata di penjuru bumi
napas itu kini tinggal diam
ah, lagu itu seperti lagu
cacing berpesta tulang kecil
di etiopia-etiopia hati

agustus 1988

***

ISTIRAH

setelah pendakian kesekian
masih ada puncak lebih menantang
dan kabut adalah misteri
yang menyembunyikan nyeri

aku lelah menapaki hari
membaca sunyi di setiap pintu bisu
angin pun bosan dicumbu napas
dan waktu adalah birahi yang tak akan berhenti

akhirnya aku berteduh di dasar telaga
membaringkan sajakku yang berkeringat
lalu lumut segera berkipas
menidurkan istirahku

agustus 1988

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *