Isyarat

Cerpen Daud Insyirah
Dimuatr di Banjarmasin Post, 05/29/2016

Aku yakin kalau mereka tidak bersandiwara. Gigi-gigi mereka terlihat jelas. Begitupula mata mereka yang menyipit. Apalagi ada beberapa anak seumuranku berjalan dibelakangku sambil menepuk-nepukan tangan.  Ah,dunia luar memang indah. Semua orang bahagia melihatku.

Dunia luar jauh lebih hangat daripada rumahku sendiri. Aku juga tak menyesal meninggalkan rumah. Aku tak perlu takut urusan makanan. Karena setiap aku berhenti di suatu tempat yang banyak makanannya, aku selalu diberi makanan.

Tak perlu khawatir kelaparan karena orang-orang yang ada didunia luar sangat perhatian padaku. Sampai sekarangpun,setiap pasang mata selalu memandangku penuh bahagia. Dibelakangku juga masih ada anak-anak yang menepuk-nepukkan tangannya.

Ada juga yang menjawil dan menepuk-nepuk pundakku. Kadang tepukan mereka keterlaluan. Ah,tidak masalah. Yang penting aku bisa bebas. Disini tidak ada yang menjewer telingaku. Aku tak ingin kembali kerumah. Kalau kembali pulang,aku akan bertemu Bapak.

Bapakku adalah orang yang kejam. Kalau aku pulang,itu berarti aku mengantar nyawaku sendiri. Aku tidak mau pulang. Aku lebih suka didunia luar ini. dunia yang cukup indah. Aku menyesal karena mengenal dunia luar tidak sedari dulu.

Meskipun terdengar sunyi,aku merasa bahagia. aku tak menyesal sama sekali atas keputusanku ini. orang rumah memang kejam, tak ada yang mengerti keinginanku.

Tak jauh dari tempatku,seorang perempuan berlari menuju kearahku. Tubuhnya tinggi sekali dan aku sangat hafal wajahnya karena dia adalah ibuku sendiri. Dia mengeluarkan air mata ketika melihatku. Ah,mengapa ibu menangis? Bukankah aku dikelilingi anak-anak dengan bahagia?

Ibu jongkok dan memberitahuku sesuatu. Seperti biasanya, ia mengggerakan tangan beserta jemari-jemariinya. Beginilah kami berkomunikasi. Komunikasi yang cukup unik dan tidak semua orang mengetahuinya. Hanya aku dan ibuku yang tahu.

Aku tahu ibu merindukanku. Ia ingin aku pulang. Tapi aku ingin tetap disini. Aku ingin bahagia seperti orang-orang disini. Lagipula aku tak perlu khawatir dengan orang-orang. Disini semua baik. Berbeda dengan kata ibu waktu dulu. Kalau dunia luar itu tak indah.

“Ayo pulang.”katanya sambil menggerakan tangannya.

“Aku tidak mau pulang. Aku takut bapak.”

“Tidak usah takut, ada ibu .. kamu tak perlu takut.”

“Tidak..tidak..aku tak mau pulang. “ akupun berlari meninggalkannya. Kecepatan lariku tak bisa dianggap remeh. Aku yakin ibuku tak bisa menemukanku.

Aku berlari melewati pedagang-pedagang dan masuk di gang-gang sempit. Nafasku mulai terengah-engah sampai aku tiba di tempat berumput hijau yang cukup luas. Disana ada beberapa anak seumuranku bermain kelereng raksasa. Apa kaki mereka tak sakit? Aku baru tahu kalau ada kelereng sebesar itu.

Akupun mendekat ke arah mereka. Aku tahu dunia luar sangatlah indah dan ramah. Toh buktinya tadi banyak anak yang bersorak-sorak untukku. Ada yang memberi makan gratis dan senyuman lebar kearahku. Belum sampai aku dihadapan mereka, seorang anak menghalangiku. Ah, siapa kau? Minggir sana..! aku ingin bermain. Aku ingin bersama mereka. Aku ingin bermain.

Tenagaku cukup membuat anak itu kewalahan. Dan aku sampai di tempat berumput itu. akupun tersenyum kearah mereka. Dan mereka juga tersenyum bahkan ada yang menutup mulutnya.

Namun ada yang aneh dari mereka. Mata mereka tiba-tiba menjadi meruncing. Akupun bingung. mereka melingkar dan aku berada ditengah. Tak lama kemudian aku merasakan sesuatu yang tak kusuka. Sesuatu yang setiap hari kuterima. Sesuatu yang membuatku sakit. Bapak biasa melakukannya.Hujaman kaki mereka membuatku terjatuh dan lunglai. Aaak..sakit. kenapa begini? kenapa mereka seperti itu denganku? Apa salahku? Aku ingin bermain.

Kemudian mereka berhenti dan lari terbirit-birit. Aku tak tahu apa yang terjadi. Yang kutahu ada ibuku yang datang menghampiriku. Dia adalah orang hebat. Keberadaannya membuat anak-anak itu menjauh. Ibu kemudian jongkok dan menggerakan tangan dan jarinya.

“Ayo pulang.”

 

Sidoarjo, Oktober 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *