Ada Titik Menari Samar Sekali

Genre: Puisi
Penulis: M. Irfan Hidayatullah
Penerbit: Balitan Pratama
Tahun Terbit: September, 2016
Tebal: xvi + 108
ISBN 978-979-1361-491

ada-titikSetiap peristiwa–apa pun peristiwanya–bagi sastrawan , khususnya penyair, tentulah mempunyai makna. Oleh karena itu, peristiwa tersebut perlu dieja atau ditafsirkan. Penyair pada dasarnya adalah pengeja atau penafsir realita. Ia hadir untuk mengeja realita, menafsirkan kehadirannya. Dalam konteks itu, ia tidak sekadar menjadi penonton, tetapi aktif memberi makna pada kehadirannya. Apa yang dilihat dan dialaminya direningkannya sedemikian rupa, lalu hasil renungannya itu diwujudkan dalam bentuk rangkaian kata-kata (indah) yang kisa sebut puisi. Inilah yang membedakan penyair dan bukan penyair. Seorang penyair dengan intuisi, kepekaan rasa, dan bahasanya akan selalu mempertanyakan sesuatu, menandai, dan mencari makna di balik sesuatu yang dia tangkap melalui panca indranya. Hujan, awan, bulan, matahari, sungai, laut, kabut, pagi, senja, malam, stasiun, jalan, dan lain-lain yang dianggap biasa oleh orang awam di mata penyair menjelma perlambang yang menyiratkan makna tertentu sebagaimana tampak dalam puisi ini.

Tertancap di Ruang Tunggu

Sekira dua jam menghitung waktu
Seperti inikah jenuhnya sepanjang
usia di dunia bila tahu semua
hanya sekadar menunggu
pulang? Akhirnya ken-
daraan itu pun datang
Seperti inikah baha-
gianya meninggal
kan dunia saat
tahu jemput-
an sudah
datang
?

Pemesanan kumpulan puisi ‘Ada Titik Menari Samar Sekali’ bisa dipesan ke FLP Wilayah Jakarta Raya dengan nomor telepon 0858 6988 3165 (Ani) atau 0856 9287 1932

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *