Kiat Jitu Menulis Cerpen Bermutu

Oleh: Teguh Wibowo
Malang Post, Minggu, 18 September 2016,

untitledBagi pemula, menulis cerpen tidaklah mudah. Namun, juga tidak sesulit yang dibayangkan jika ada kemauan kuat untuk belajar. Dalam proses kreatif menulis, butuh perlakuan yang cermat dan tidak asal. Hindarilah mengambil jalan pintas menjiplak karya orang lain, hanya demi memuluskan ambisi agar nama dan karyanya nongol di media massa. Hal ini wajib dihindari karena dapat membunuh karier dan mematikan kreativitasnya sendiri.

Tidak banyak cerpenis yang tergugah untuk berbagi ilmu dalam buku petunjuk menulis cerita pendek atau cerpen. Memberi tips dan trik seputar apa saja bahan penunjangnya. Karena selain menulis untuk diri sendiri, seorang penulis (cerpenis) dituntut untuk menyebarkan ilmunya.

Hal-hal inilah yang barangkali menggerakkan Joni Ariadinata menulis buku nonfiksi, membahas teknik penulisan fiksi. Sebagai mantan redaktur majalah sastra Horison dan juga pernah menjadi ‘terapis’ rubrik cerpen di majalah Annida, ia paham betul apa yang perlu dilakukan. Ia merasa memiliki tanggung jawab membina generasi sastra di Indonesia.

Ini adalah buku wajib bagi penulis pemula, panduan ringkas jadi penulis hebat. Dibahas lebih detail. Mencakup kemampuan dalam berbahasa, berimajinasi, membuat tema, mengenali latar, membuat percakapan, menciptakan tokoh dan karakter, memperkuat konflik dan logika cerita, memahami berbagai estetika penulisan, dan lainnya.

“Sebuah cerita pendek membutuhkan fokus,” tulisnya. Penulis yang baik, tentu akan berusaha sebaik mungkin menghindarkan diri dari ide-ide yang tidak orisinal. Atau, kalaupun ia tergoda  untuk menggarap tema yang sama, ia akan berusaha mencari kebaruan-kebaruan ungkapan yang diyakini lebih baik dari yang pernah digarap orang lain (hal 93).

Butuh kepekaan atau insting dalam mengolah ide cerita. Membuat alur yang jelas, metafora, kejutan, diksi dan majas, judul yang unik dan menarik. Paragraf awal atau opening tentu saja harus memikat, begitu pula ending. Hindari pemborosan kata yang berakibat menghadirkan cerita yang monoton. Serta sampaikan gagasan dan amanat tanpa kesan menggurui.

Setelah berselancar mempelajari teori, hal utama yang harus segera dieksekusi adalah praktik. “Teori itu cuma kategori, tak akan banyak membantu. Yang terpenting bagi seorang penulis adalah terus-menerus berpraktik dengan konsisten. Banyak membaca, mencatat apa-apa yang penting dan layak mendapat perhatian, kemudian menulis! Teori hanya sebatas tambahan untuk pengetahuan” (hal 207).

“Sebuah tulisan bagus memang tidak lahir dari proses yang sederhana. Kadang kala, ia harus melewati sekian banyak kegagalan demi kegagalan. Menulis cerpen yang bagus mutlak dibutuhkan dua unsur yang terus-menerus bergandengan tangan dengan serius: kemampuan menguasai teknik dan mengetahui betul apa yang ditulis,” ungkap Joni.

Di halaman 410, Joni menegaskan: Sebuah cerita pendek membutuhkan kecermatan dalam bertutur, pengetahuan struktur bahasa, serta pilihan tema yang betul-betul tepat. Sebab cerita pendek tidak seperti halnya novel yang memiliki ruang yang panjang, cerita pendek dibatasi halaman. Untuk itulah, dalam menyiasati efektivitas cerita pendek, disarankan untuk “hanya menggarap satu segi dari satu kehidupan”. Maka yang dibutuhkan adalah “satu sikap dari satu watak dalam menghadapi satu masalah”. Pengutaraan sikap itulah, yang menjadi tulang punggung sebuah cerita pendek.

Buku setebal 456 halaman ini adalah pedoman tepat menulis fiksi. Disampaikan dengan gaya esai yang khas. Membedah 24 cerpen dari penulis muda sebagai contohnya. Menandai titik-titik kelemahan dan menambal hal yang sangat dibutuhkan bagi seorang penulis pemula. Menyurati dengan kritikan, memberi masukan dan saran tanpa luput pujian. “Ketika sebuah cerita menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang menggantung, maka pertanda cerita tersebut belum selesai” (hal 376). Membaca buku ini berarti menyelamkan diri ke dalam wawasan sastra, menyerap daya kritis, dan teknik menulis cerpen itu sendiri. Sehingga membantu menjadi penulis hebat. (*)

untitled

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *