Sinta Yudisia: Tidur Hanya Dua Jam untuk Lahirkan Karya

Oleh Khafidhlul Ulum, Jawa Pos, Rabu 21 Maret 2012

Sinta Yudisia bukan sekadar penulis buku. Dia juga giat menularkan semangat menulis kepada anak-anak muda. Dia membentuk Pelita sebagai wadah bagi penulis muda. Selain itu, Sinta sudah menghasilkan 47 judul buku dan bertekad melahirkan karya fenomenal yang akan dikenang sepanjang masa.

Rumah di Wonorungkut Utara, kompleks Rungkut Jaya didatangi tamu. Itu adalah kediaman Sinta Yudisia. Yang pertama datang Kurnia Rahman. Alumnus Fakultas Pertanian Univeranas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim itu tiba sebelum pukul 10.00 Minggu (18/3).

Kurnia datang dengan membawa berisi beberapa buku dan karyanya yang tidak lama lagi akan naik cetak di salah satu penerbit. Beberapa saat kemudian, datang Mohammad Faisal, anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Malang yang juga alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UKM). Setelah itu, anak muda yang datang semakin banyak. Sekitar pukul 11.00 rombongan dari Malang pun datang. Kedatangan mereka bukan sekadar silaturahmi biasa. Mereka akan mengikuti acara Pengkajian Literasi dan Sastra (Pelita) yang rutin diadakan setiap Sabtu atau Minggu itu.

Total yang datang 14 orang. Mereka kemudian mulai mendiskusikan berbagai persoalan dan kiat menulis dan menerjemahkan buku. Maharani Aulia yang pertama diminta berbicara. Sebagai penerjemah buku, Lia, sapaan akrab Maharani Aulia, diminta menceritakan kiat menerjemahkan buku berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia.

Lia layak berbicara tentang penerjemanan buku karena dirinya sudah menerjemahkan seratus buku lebih. DaIam pertemuan itu, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan FKW Universitas Airlangga Surabaya tersebut membawa buku-buku hasil terjemahannya. Di antaranya Being Nikki dan How to be Popular. keduanya adalan karya Meg Cabot yang diterbitkan Gramedia.

Lia menyatakan sudah menerjernahkan buku sejak 2007 lewat buku yang diterbitkan Tiga Serangkai. “Teman adik saya yang menawarkan, kebetulan dia bekerja di Tiga Serangkai,” ujarnya. Untuk mengasah kemampuan menerjemahkan, dia selalu membaca tulisan-tulisan berbahasa Inggris. Dia juga rajin berkomunikasi dengan editor, “Agar selalu dapat order,” terangnya sembari terkekeh. Setelan beberapa anggota Pelita bercerita tentang usaha mereka dalam menghasilkan karya, Sinta berbagi kepada anak-anak muda itu.

sinta-yudisia-jawa-pos-21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *