Menjadi Pengantin yang Dirindukan Surga

Oleh Teguh Wibowo
Dimuat di Radar Sampit, Minggu, 30 Oktober 2016

Pernikahan tidak hanya tentang aku cinta kamu dan kamu cinta aku. Tapi, juga tentang saling mengerti, menerima, dan memahami keadaan pasangan. Nikah bukan perkara mudah. Butuh bekal (ilmu), persiapan fisik, mental, spiritual. Juga bukan perkara yang sulit jika tujuannya adalah ibadah kepada Allah SWT. Dan, menciptakan usia pernikahan agar tetap harmonis bukanlah hal mustahil.

Apa sesungguhnya permasalahan suami istri di lima tahun pernikahan serta pada tahun-tahun selanjutnya? Benarkah manajemen keuangan adalah penyebab tertinggi pertengkaran? Apa yang harus dilakukan bila berselisih paham dengan pasangan? Jangan sampai menjurus kepada kekerasan dalam rumah tangga, selingkuh, perceraian, mengunggah persoalan pribadi ke media sosial. Sungguh tidak etis. Aib dan masalah harusnya bersifat privasi. Suami adalah pakaian bagi istrinya dan istri pakaian bagi suaminya. Saling menutupi dan menjaga martabat.

Urusan spiritual tidak boleh ditanggalkan. Perbaiki hubunganmu dengan Allah, dan Dia akan menuntaskan semua urusan di dunia, serumit apa pun itu. “Rencana pernikahan yang paling utama adalah memahami agama lebih sempurna. Tanpa keinginan memahami agama lebih baik, di masa depan rumah tangga akan berisi daftar keluhan, kekecewaan, ketidakpuasan, dan keputusasaan” (hal 48).

Di buku ini, penulis juga membahas jalinan intim antara suami istri. Di awal tahun pernikahan atau masa honeymoon, hingga bertahun-tahun sesudahnya, intymacy termasuk hubungan seksual adalah hal yang paling dikeluhkan oleh para laki-laki. Kebutuhan hubungan intim bagi kaum Adam tidak menurun bahkan hingga usia 70 tahun. Sementara seorang istri mulai disibukkan urusan anak-anak, rumah tangga, permasalahan sosial, dan lain sebagainya, menempatkan urutan seksual dalam urutan kesekian.

Lalu, problem finansial. Merintis penghasilan dari profesi pegawai negeri, karyawan swasta, atau swausaha. “Sebagai pasangan muda, memiliki harta dan investasi harus menjadi pemikiran kuat. Jangan sampai, lewat lima, sepuluh, lima belas tahun pernikahan; kondisi pernikahan masih dalam status merana” (hal 166).

Problem psikologis dan sosial tidak luput dari pantauan penulis, sebagaimana menjadi tajuk utamanya. “Kultur Indonesia membiasakan rasa malu-malu, penuh timbang rasa, segala sesuatu ditakar dengan sopan-santun. Sering-seringlah ajak istri berdiskusi tentang perkembangan sehari-hari di dalam rumah agar situasi tidak terasa sesak menghimpit” (hal 156). Begitu banyak masalah seputar pernikahan dan berumah tangga. Kesibukan kerja dan urusan rumah tangga kadang tidak bisa meluangkan hobi. “Konsekuensi dari kehidupan serba cepat di era milenium, manusia harus memiliki penguasaan baik terhadap waktu” (hal 194).

Di sini penulis mengabaikan latar pembaca dan lebih menitikberatkan pada persoalan menengah ke atas. Sehingga solusi yang diberikan sekiranya lebih cocok untuk kaum sosialita atau masyarakat perkotaan. Uniknya, buku ini mengupas dan menjawab masalah pernikahan berdasar penelitian psikologi dan sosial, serta jalan keluarnya dari segi agama dan dari sisi ilmiah. Ada temuan-temuan baru yang mengejutkan, bahwa pasangan suami istri -baik baru menikah atau pun lama- mengabaikan hal-hal penting yang sesungguhnya sangat krusial sekaligus sensitif untuk dibicarakan.

Buku pilihan bagi yang hendak menikah dan yang sudah menikah. Menuntun Anda keluar dari problematika rumah tangga guna mencapai semboyan: “Sakinah, mawaddah, warahmah”. Pernikahan adalah perjalanan panjang dan pengabdian tanpa batas. Menikah harusnya sekali untuk selamanya. Maka usahakan dan pastikan memilih satu calon saja yang dirasa paling tepat. Karena menikah adalah sebagai sarana ibadah dan melaksanakan syariat agama. (*)

DATA BUKU

Judul Buku        : Psikologi Pengantin

Penulis                : Sinta Yudisia

Penerbit              : Indiva Media Kreasi

Cetakan              : I, Juni 2016

Tebal                   : 200 halaman

ISBN                   : 978-602-1614-98-3

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *