Seulanga (Babak II)

Drama 
Alimuddin
Pemenang Sayembara

Kupersembahkan naskah ini kepada tanoh negriku yang selalu tercompang-camping dengan luka. Air mata yang terluka. Inilah dariku. Seulanga… 

PARA TOKOH
  • Seulanga (seorang istri, anggota lascar perjuangan balas dendam)
  • Panglima Manan (pemimpin pasukan balas dendam)
  • Mualim hasanah (pelatih khusus untuk pejuang inong)
  • Mala (sahabat seulanga)
  • Sakdiah ( sahabat seulanga)
  • Orang-orang hijau di rumah seulanga (3 orang)
  • Masyik (nenek seulanga)
  • Abu (bapak seulanga)
  • Bang suman (suami seulanga)
  • Mak (ibu seulanga)
  • MEULU (anak kecil inong di kampung Seulanga)
  • Zakir (anak kecil agam di kampung)
  • Anak-anak agam kecil di kampung
  • Anak-anak inong kecil di kampung
  • Ibu tua di pengungsian
  • Tiga pria kekar dan berkumis di meunasah.
LATAR
  • Di halaman rumah seulanga. Rumah itu adalah rumoh Aceh.
  • Di meunasah.
  • Di salah bukit di pedalaman Aceh besar.
  • Banda aceh setelah terjadinya tsunami.
  • Di salah satu tempat pengungsian di Darussalam.
abey-cancer.blogspot.com 

Babak   I   III   IV   V   VI   VII   VIII   IX

BABAK II
ADEGAN I

HALAMAN RUMAH SEULANGA DAN KELUARGANYA SEBELUM PENYERBUAN ORANG-ORANG HIJAU.
RUMAH SEULANGA ADALAH RUMOH ACEH YANG BERBENTUK RUMAH PANGGUNG TINGGI. RUMAH ITU DITOPANG DENGAN PILAR-PILAR KUAT. DI BAWAH RUMAH ACEH ITU, DI SALAH SATU SUDUTNYA TERGELETAK JINGKIUNTUK MENUMBUK PADI. DI SEBELAH JINGKI ITU BIASANYA SEBUAH KRONG PADEE6 DIBUAT OLEH ORANG ACEH UNTUK MENYIMPAN PADI HASIL PANEN MEREKA. ANAK-ANAK KECIL AGAM7 SUKA BERMAIN KELERENG DI BAWAH RUMAH ACEH. SEMENTARA ANAK KECIL INONG8SUKA BERMAIN KARET ATAU BERMAIN PERMAINAN PEREMPUAN LAIN, SEPERTI BERMAIN MASAK-MASAKAN.
SEBUAH HALAMAN RUMAH YANG LUAS. POHON JARAK BERDERET-DERET DI SEPANJANG PAGAR BAMBU HALAMAN ITU. DI HALAMAN ITU JUGA ADA SEBATANG POHON BACANG BERUKURAN BESAR, BEBERAPA BATANG JAMBU AIR, BEBERAPA POHON DELIMA YANG TENGAH LEBAT BERBUAH, BATANG-BATANG TEBU YANG LETAKNYA AGAK BERDEKATAN DENGAN KANDANG LEMBU SERTA TAMAN MINI TEMPAT TUMBUH-BERKEMBANG BERCORAK BUNGA.
PAGI MINGGU, SEULANGA TENGAH MENYAPU HALAMAH. BERKALI-KALI MATANYA MENENGADAH KE POHON-POHON.SEKALI KE ARAH POHON BACANG. SEKALI-KALI KE POHON JAMBU AIR.
SEULANGA : (MENGELUH) po rabbi, banyak sekali daun-daun ini jatuh. Padahal kemarin petang baru saja lon sapu.
KEMUDIAN SEULANGA MELANJUTKAN MENYAPU DAUN-DAUN YANG JATUH ITU SEMBARI MENYENANDUNGKAN LAGU BUNGONG JEUMPA LAHAN-PERLAHAN.

Bungong jeumpa..  Bungong jeumpa..  Meugah di Aceh.
Bungong seulebeh seulebeh indah lagoina
Bungong jeumpa bungong jeumpa megah di aceh
Bungong seulebeh seulebeh indah lagoina
Puteh kuneng meujampu mirah
Bungong siula… indah lagoina
Puteh kuneng meujampu mirah
Bungong siula… indah lagoina                                                          
Lam sinar bulen lam sinar bulen angen peu ayon…
Duroh meususon meususon yang mala-mala
Lam sinar bulen lam sinar bulen angen peu ayon…
Duroh meususon meususon yang mala-mala

Lepah that harom meunyo tatem com
Lepah that harom meunyo tatem com
Lepah that harom sibungong jempa

ADEGAN II

DARI KEJAUHAN KELIHATAN SEPULUH ANAK KECIL, EMPAT ANAK INONG DAN ENAM ANAK AGAM BERLARI MENUJU RUMAH SEULANGA. WAJAH MEREKA RIANG BAHAGIA. MEREKA SALING KEJAR-MENGEJAR. SEPERTI BERADU LARI SIAPA TERLEBIH DAHULU TIBA DI RUMAH SEULANGA.
SEORANG ANAK AGAM, NAMANYA ZAKIR, TIBA LEBIH DAHULU KE PAGAR RUMAH SEULANGA. IA BERTERIAK GIRANG. ZAKIR MENARIK PINTU PAGAR BAMBU ITU.
ZAKIR : (BERTERIAK KERAS) Assalamualaikum Kak Seulanga..
ZAKIR MASUK KE HALAMAN RUMAH SEULANGA. SEMENTARA SEULANGA TERSENTAK MENDENGAR SALAM BESAR ZAKIR.
SEULANGA : (PURA-PURA KESAL) Waalaikum salam. Droeneuh9 Zakir, bikin lon terkejut saja.
ZAKIR CENGENGESAN SAMBIL MENGGARUK-GARUK KEPALANYA YANG MEMANG GATAL.
ANAK-ANAK LAIN BERDATANGAN KE HALAMAN RUMAH SEULANGA. NAPAS-NAPAS ANAK INONG NGOS-NGOSAN. KERINGAT MEMBASAHI BAJU-BAJU DAN KERUNDUNG YANG MEREKA KENAKAN.  SEULANGA SENYUM-SENYUM KECIL MELIHAT ITU.
SEULANGA : Apa lari-lari? Seperti dikejar burong tujuh10 saja..
ANAK-ANAK CENGENGESAN.
NYAK UBIT : (NAPAS MASIH NGOS-NGOSAN) Kami main kejar-kejaran Kak Seulanga.
KEPALA SEULANGA MANGGUT-MANGGUT PERTANDA MENGERTI.
SEULANGA : (SEPERTI MEMIKIRKAN SESUATU) droeneuh semua pagi-pagi sudah kemari. Tidak pergi sekolah droeneuh?
ANAK-ANAK : (KOMPAK) ini hari ahad Kak Seulanga.
ZAKIR : Plis deh Kak Seulanga, ini hari ahad gitu lho..
SEULANGA TERSENYUM MALU-MALU MENYADARI KEKELIRUANNYA.
KEMUDIAN PANDANGAN SEULANGA KEMBALI KEPADA SAPU YANG TENGAH DIPEGANGNYA DAN JUGA DAUN-DAUN JATUH YANG MASIH BERSERAKAN DI MANA.
ANAK INONG II : Kak seulanga sedang apa?
TELUNJUK SEULANGA MENGARAH KE SAPU YANG TENGAH DIPEGANGNYA DAN JUGA DAUN-DAUN YANG BERSERAKAN.
SEULANGA : (SEMANGAT) dan juga menyanyikan lagu bungong jeumpa.
ANAK INONG III, NAMANYA MEULUE, USIA SEPULUH TAHUN. MEULUE TERKENAL  PALING BAIK DAN PALING RAJIN MENGAJI DI KALANGAN TEMAN-TEMAN MEREKA.
MEULUE : Masya Allah! Lon suka juga menyanyi lagu Bungong Jeumpa kak Seulanga.
SEULANGA : (TERKEJUT) Masya Allah! Meulue suka juga nyanyi lagi bungong jeumpa?
KEPALA MEULUE MENGANGGUK-NGANGGUK DENGAN SEMANGAT.
ANAK AGAM II : Lon suka juga Kak Seulanga.
ANAK INONG III : Lon pun suka Kak Seulanga.
AKHIRNYA SEMUA ANAK BERTERIAK MENGATAKAN MEREKA SUKA UNTUK MENYANYIKAN LAGU BUNGONG JEUMPA.
SEULANGA : (HARU, BANGGA) Masya Allah! Rupanya adik-adik lon ini semua suka menyanyi bungong jeumpa?
ANAK-ANAK : (BERTERIAK, GIRANG) Iyaa Kak Seulanga. Kami sukaaa…
SEULANGA : (BERTEPUK TANGAN) Ayo sekarang, kita menyanyi lagu bungong jeumpaa…
SEULANGA BERNYANYI LAGU BUNGONG JEUMPA. SUARA ITU BESAR DAN INDAH.
ANAK-ANAK SALING PANDANG-MEMANDANG DAN KEBINGUNGAN.
SEULANGA : (BEHENTI BERNYANYI, KEBINGUNGAN) mengapa droe neuh semua tidak ikut menyanyi?
ZAKIR DAN MEULUE MENGGARUK-GARUK KEPALA MEREKA. SEKALI LAGI KEPALA ANAK-ANAK ITU SALING PANDANG-MEMANDANG KEBINGUNGAN.
MEULUE : (MALU-MALU) kami tidak bisa lagu bungong jeumpa Kak Seulanga.
SEULANGA : (TERKEJUT) jadi droeneuh  semua tidak bisa lagu bungong jeumpa? (PENUH PENEKANAN). Jadi droeneuh lagu apa yang bisa? (MASIH PENUH PENEKANAN). Lagu prang sabi bisa? (YAKIN).
KEPALA-KEPALA ANAK KEMBALI MENGGELENG-GELENG LEMAH.
ANAK AGAM VI : (TAKUT) kami cuma hafal lagu Peter Pan Kak Seulanga.
SEULANGA : (TERKEJUT, SEDIKIT KESAL) Jadi adik-adik lon yang meutuah11 ini, tidak bisa menyanyi lagu Aceh satu pun? Adik-adik lon ini hanya bisa hafal lagu-lagu yang tidak jelas itu? ( KECEWA).
ANAK-ANAK MENGANGGUK. WAJAH-WAJAH ITU TELAH PIAS. KESEDIHAN TERLIHAT JELAS MENGGELAYUT DI WAJAH-WAJAH TAK BERDOSA ITU.
SEULANGA : Beu neu teupu12 adik-adik lon, lagu Aceh itu adalah lagu warisan indatu-indatu kita. Lagu yang berisi syair-syair nasehat. Lagu yang berisi semangat waktu perang melawan kepahee Belanda jaman dahulu.
SEULANGA MENARIK NAPAS.
SEULANGA: Lagu-lagu Aceh itu harus geutanyoe13 hafal sampai badan dikandung hayat. Generasi-generasi geutanyoe ini jangan sampai lalai dengan lagu-lagu luar yang tidak jelas itu. Na mephom droe neuh semua?14 (BERTERIAK SEMANGAT).
ANAK-ANAK : (MENJAWAB SEMANGAT, KOMPAK) Kami mephom15 kak Seulanga…
ANAK INONG IV : Kami ingin diajari lagu bungong jeumpa kak seulanga. Ingin that16 kami bernyanyi lagu bungong jeumpa.
SEULANGA : (KAGET, BAHAGIA) Yang betul droeneuh semua ingin lon ajari menyanyi lagu bungong jeumpa?
ANAK-ANAK : (BERTERIAK SEMUA) betul Kak Seulanga. Kami semua ingin menyanyi lagu bungong jeumpa.
KEMUDIAN SEULANGA KELIHATAN BERPIKIR SESUATU. DI LIHAT MATAHARI SUDAH SEMAKIN MENINGGI DI SEBELAH TIMUT. LALU PANDANGANNYA BERALIH KE SAPU YANG ADA DI TANGANNYA DAN BERALIH LEKAS KEPADA DAUN-DAUN JATUH BERSERAKAN. TERAKHIR SEULANGA MELIHAT KANDANG LEMBU DAN LEMBU-LEMBU DI DALAMNYA SUDAH BERULANG KALI MELENGUH-LENGUH SEPERTI MINTA SEGERA UNTUK DIKELUARKAN DARI DALAM KANDANG.
SEULANGA : (RAGU, MENGHELA BERAT) Tapi kerjaan lon belum selesai. Lon belum menyapu (PANDANGAN MENGARAH KE DAUN-DAUN YANG BERJATUHAN). Dan lon belum juga mengikat lembu-lembu ke hutan (BERNAPAS KECEWA).
ZAKIR : (YAKIN, TERSENYUM MELIHAT KAWAN-KAWANNYA) Tenang saja Kak Seulanga. Nanti kami bantu kerja Kak Seulanga. Aneuk inong bantu menyapu dan aneuk agam ikat lembu ke hutan. Pakiban17 teman-teman, sepakat kan kita bantu Kak Seulanga.
ANAK-ANAK : (GIRANG) sepakaat..
SEULANGA : (LEGA) Alhamdulillah. Teurimong Geunaseh18 adik-adik lon yang meutuah. Mudah-mudahan Allah balas kebaikan adik-adik lon nyoe dengan syuruga.
ANAK-ANAK : Amiiiinnn.
SEULANGA : (BERTEPUK TANGAN) sekarang mari kita duduk melingkar (BERSEMANGAT).
SEULANGA DAN ANAK DUDUK MELINGKAR MEMBENTUK SEBUAH BULATAN. MEREKA SEMUANYA DUDUK DI ATAS TANAH YANG BERALASKAN SANDAL MEREKA MASING-MASING.
SEULANGA : Droeneuh semua ikuti apa yang lon nyanyikan ya..
ANAK-ANAK : Ya Kak seulanga.
SEULANGA : Bungong jeumpa… Bungong jeumpa… Meugah di Aceh…
ANAK-ANAK : (mengikuti) Bungong jeumpa… Bungong jeumpa… Meugah di Aceh…
SEULANGA : Bungong teulebeh… teulebeh …Indah lagoi nan
ANAK-ANAK : Bungong teulebeh… teulebeh …Indah lagoi nan

ADEGAN III 

ANAK-ANAK INONG MEMBANTU SEULANGA MENYAPU HALAMAN YANG BERSERAKAN DENGAN DAUN-DAUN YANG JATUH. SEMENTARA ANAK LELAKI SEDANG DI KANDANG LEMBU INGIN MENGELUARKAN LEMBU-LEMBU DARI KANDANG. DAN LEMBU-LEMBU ITU  BEGITU SIBUK MELENGUH.
ZAKIR : (TAKJUB) Ya Allah, sangat besar lembu Kak Seulanga ini. (TANGANNYA MENUNJUK KE ARAH SATU LEMBU HITAM BERBADAN BESAR.)
ANAK AGAM II : (MENGELUS-ELUS LEMBU HITAM BESAR) iya, kalau meugang19 jroh20 that kalau disembelih.
KE EMPAT ANAK AGAM LAIN IKUT-IKUTAN MENGELUS-ELUS LEMBU BESAR ITU.
ANAK AGAM I-IV : Ya.. Ya..
SEULANGA BERJALAN KE ARAH KANDANG LEMBU. ANAK-ANAK AGAM TERGESA MENGELUARKAN LEMBU-LEMBU ITU. ZAKIR DAN ANAK AGAM IV MENARIK TALI LEMBU HITAM YANG PALING BESAR. SEMENTARA EMPAT ANAK LAIN MENARIK TALI DUA LEMBU YANG TERSISA YANG UKURAN BADANNYA JAUH LEBIH KECIL BILA DIBANDINGKAN DENGAN HITAM TADI.
SEULANGA : (TERGESA, AGAK BERTERIAK) teurimong geunaseh ya adik-adik lon meutuah.
ANAK-ANAK TERSENYUM.
ZAKIR : sama-sama Kak Seulanga. Droenueh pun jroh sekali budi dengan kami semua.
SEULANGA TERSENYUM.
SEULANGA : Droeneuh ikat saja lembu-lembu itu di kebun kosong meunasah.
ANAK-ANAK : Iya Kak Seulanga. Kamoe berangkat kak ya… Assalamualaikum..
SEULANGA : (TERGAGAP) Waalaikum salaam..
ANAK-ANAK PERGI MENINGGALKAN SEULANGA DAN MENUJU JALAN. ANAK-ANAK PEREMPUAN BERTERIAK HISTERIS KETIKA LEMBU HITAM BESAR ITU MELEWATI MEREKA.
SEULANGA : (BERTERIAK) hati-hati dengan lembu hitam besar. Kadang-kadang suka jaheut21.
ZAKIR MENOLEH KEPALA KE ARAH TERIAKAN SEULANGA DAN MENGANGGUK SEKALI.

ADEGAN IV

PUKUL SEPULUH DI HALAMAN RUMAH SEULANGA.
ANAK-ANAK SIBUK DENGAN KEGIATAN MEREKA MASING-MASING. ADA YANG BERMAIN KELERENG DI BAWAH RUMOH ACEH SEULANGA. SEBAHAGIAN LAIN BERMAIN TALI YEYE. SEBAHAGIAN LAIN MEMANJAT BUAH DELIMA. MEULUE MENGAJARI ANAK INONG V LAGU BUNGONG JEUMPA. JUMLAH ANAK-ANAK MAKIN RAMAI KARENA BANYAK ANAK LAIN YANG BERDATANGAN KEMUDIAN.
SEULANGA DUDUK DI TANGGA RUMOH ACEH. SEULANGA MELETAKKAN NYIRU DI ATAS PAHANYA. IA TENGAH MEMBERSIHKAN PADI-PADI SATU-DUA YANG ADA DI DALAM BERAS.
MEULUE DAN ANAK INONG V MENGHAMPIRI SEULANGA. KEDUA ANAK ITU IKUT DUDUK DI ATAS TANGGA DI SAMPING SEULANGA.
MEULUE : (TERSENYUM) Kak Seulanga tengah membersihkan beras ya?
ANAK INONG V : (TERBURU-BURU, TANGAN SUDAH MASUK KE NYIRU) Boleh kami bantu Kak seulanga?
Seulanga : (TERSENYUM, MENGANGGUK) Tapi droeneuh berdua tangannya bersih kan?
MEULUE DAN ANAK INONG V MEMBALIK-BALIK TANGAN.
MEULUE : (YAKIN) Bersih kak. Kami tidak bermain debu tadi.
Seulanga : Meutuah sekali adik-adik lon nyoeTeurimong geunaseh.
ADEGAN V

SESEORANG LAKI-LAKI GAGAH MASUK KE HALAMAN RUMAH SEULANGA. LAKI-LAKI ITU MEMBAWA CANGKUL DI ATAS PUNDAKNYA. TANGAN SEBELAH KIRI MENENTANG PLASTIK HITAM YANG ISI DI DALAMNYA ADALAH TEMPAT NASI DAN BOTOL AIR MINERAL UNTUK MENGISI AIR PUTIH. IA MENGENAKAN SUDONG22 DI ATAS KEPALANYA UNTUK MENUTUP KEPALANYA DARI SENGATAN MATAHARI.
LAKI-LAKI GAGAH ITU ADALAH SUMAN, SUAMI SEULANGA. BERUMUR TIGA PULUH TAHUN. BEKERJA SEHARI-SEHARI DI SAWAH DAN MENGEMBALA LEMBU.
SUMAN : (MENGHAMPIRI SEULANGA, TERSENYUM) Assalamualaikum cut dek23. Po hai Rabbi, rajin that cut dek abang nyoe (MERAYU).
SEULANGA YANG TIDAK MENYADARI KEDATANGAN SUMAN TERKEJUT MENDENGAR ITU. KEMUDIAN IA LEKAS MENGAMBIL CANGKUL DAN TENTENGAN PLASTIK DI TANGAN SUMAN.
SEULANGA : (MUKA MERAH, MALU-MALU) duhai cut bang24 ini, di depan anak-anak pun begini. (MELIHAT SILIH-BERGANTI KEPADA MEULUE DAN ANAK INONG V).
SUMAN SEPERTI TIDAK PEDULI.
SUMAN : (MENATAP MATA SEULANGA NYARIS TIDAK BERKEDIP) cantik sekali cut dek abang hari ini.
MUKA SEULANGA SEMAKIN MEMERAH. SEMENTARA MEULUE DAN ANAK INONG V TELAH PERGI SEBAB TELAH DIPANGGIL KAWAN-KAWAN MEREKA.
SUMAN MEMEGANG TANGAN SEULANGA.
SEULANGA : (AGAK KERAS) Cut bang!
SUMAN : (BERBISIK DI TELINGA SEULANGA) Cut bang cinta cut dek karena Allah. (PERGI KE ARAH SUMUR)
SEULANGA SEPERTI TERPATUNG. MUKA SEULANGA SUDAH SANGAT MEMERAH. SEULANGA KEMUDIAN MELETAKKAN CANGKUL KE SALAH SATU SISI BAWAH RUMOH ACEH.
SEULANGA : (NAIK KE RUMAH, MEMBAWA NAIK NYIRU DAN PLASTIK) lon pun cinta cut Bang Karena Allah (BERKATA DALAM HATI).

ADEGAN VI.

MENDEKATI ZUHUR. PEREMPUAN TUA DAN LAKI-LAKI TUA BARU TIBA DI HALAMAN RUMAH SEULANGA. HALAMAN ITU TELAH RAPI-BERSIH. ANAK-ANAK YANG TADI BERMAIN JUGA TELAH PULANG KE RUMAH MEREKA MASING-MASING.
PEREMPUAN TUA ITU ADALAH MAK SEULANGA. MAK MENGENAKAN BAJU KURUNG DAN KERUDUNG COKLAT. SEMENTARA LAKI-LAKI TUA ADALAH ABU SEULANGA. ABU MENGENAKAN BAJU PANJANG PUTIH, CELANA HITAM SERTA KOPIAH HITAM. USIA KEDUANYA 55 TAHUN. MAK DAN ABU BARU PULANG DARI KANDURI DI KAMPUNG TETANGGA.
ABU BERJALAN KE ARAH KANDANG LEMBU. SEMENTARA MAK KARENA KECAPEKAN MEMILIH DUDUK-DUDUK DI ATAS TANGGA.

ADEGAN VII

TIBA-TIBA DARI KEJAUHAN TERDENGAR SUARA TEMBAKAN. SESEKALI TERDENGAR BOM YANG MENGGELAR SEHINGGA TANAH BERGOYANG-GOYANG.
ABU : (BERLARI, WAS-WAS, MENGHAMPIRI MAK) di mana asal suara tembak? (SEPERTI BERTANYA KEPADA DIRI SENDIRI).
MAK : (KOMAT-KAMIT, KHAWATIR) mudah-mudahan jauh dari tempat kita abu (MELIHAT LANGIT).
ABU : (MENOLEH KE ARAH MAK) di mana seulanga, Mak dan Suman?
MAK : (MELIHAT KE ARAH PINTU YANG TERLETAK PERSIS DI ATAS TANGGA YANG DIDUDUKINYA) mungkin di dalam abu. Seulanga… Mak.. Suman… (BERTERIAK, KHAWATIR).
DARI ATAS RUMAH TERDENGAR LANGKAH KAKI-KAKI YANG TERBURU. SEULANGA, MASYIK DAN SUMAN TELAH BERKUMPUL BERSAMA DENGAN MAK DAN ABU.
SUMAN : (TEGANG, BERDIRI PERSIS DI SAMPING ABU) di mana tembakan itu abu?
ABU : (MENGGELENG, TEGANG) Abu juga tidak tahu neuk.
BUNYI TEMBAKAN DAN GELEGAR BOM SERASA KIAN SAJA MENDEKAT. RAUT SEMUANYA SEMAKIN SAJA TEGANG.
MASYIK : (MULAI MENANGIS) Ya Allah Rabbi, jauh kan bala bahaya dari tempat kami.
SEULANGA : (MEMELUK MASYIK) Insya Allah tidak akan ada apa-apa masyik.
MAK : Amin.
DARI KEJAUHAN DI SELA-SELA TEMBAKAN DAN GELEGAR BOM TERDENGAR AZAN YANG SANGAT MENYANYAT HATI.
ABU : (MENGHELA BERAT) maut dan kehidupan manusia semuanya adalah di tangan Allah… Sudah masuk sembahyang zuhur, mari kita sembahyang…
SEMUA NAIK KE ATAS RUMAH. SEMENTARA TEMBAKAN DAN BOM MAKIN MENGGILA DAN KIAN MENDEKAT. LAMPU MENYOROT RANTING DELIMA YANG TIBA-TIBA SAJA JATUH. KEMUDIAN BERGANTI DENGAN BUNGONG SEULANGA YANG SEPERTI LAYU DI PINGGIRAN SUMUR.
ADEGAN VIII

SELEPAS SEMBAHYANG ZUHUR BERJAMAAH DI RUANGAN TEMPAT SEMBAHYANG DI RUMAH SEULANGA. DI DINDING RUANGAN ITU HANYA KITA TEMUKAN BEBERAPA LUKISAN KALIGRAFI BERBAHASA ARAB. SELEBIHNYA DINDING ITU POLOS TANPA LUKISAN APA-APA.
DI LUAR SUARA TEMBAKAN DAN GELEGAR BOM SEMAKIN MENGGILA. SEMUA YANG BERADA DI DALAM RUANGAN ITU TELAH BERWAJAH SANGAT TEGANG. TERLEBIH MASYIK YANG SUDAH TUMPAH DENGAN AIR MATA.
SUMAN : Sabar masyik, Insya Allah tidak apa-apa.
MASYIK : (MASIH MENANGIS) Berat sekali perang ini. Berat sekali (LEMAH). Berat…(MAKIN LEMAH) Po Rabbi, jauhkan kami dari segala malapetaka..
MAK : (PADA MASYIK, MEMANDANG IBA KE ARAH MASYIK) Insya Allah tidak apa-apa Mak.
SEULANGA MEMELUK MASYIK DAN MASYIK BALAS MEMELUK SEULANGA. BERDUA MEREKA SALING BERPELUKAN.

ADEGAN IX

LEBIH DARI EMPAT PULUH ORANG-ORANG PASUKAN ORANG-ORANG HIJAU BERJALAN DI JALAN KAMPUNG SEULANGA. MUKA MEREKA LIAR DAN BENGIS. MATA MEREKA GANAS MELIHAT KE KIRI-KANAN. KE HUTAN-HUTAN. SENJATA SIAP-SIAGA SEOLAH DALAM WAKTU SATU DETIK AKAN BISA DITEMBAKKAN KE MANA SAJA.
SAMPAI DI PERSIMPANGAN, MEREKA MEMISAHKAN DIRI SEJALAN DENGAN ARAH ANGIN. SEBAHAGIAN KE UTARA, SEBAHAGIAN KE SELATAN, BARAT DAN TIMUR.
PELAN TAPI PASTI, LIMA ORANG DI ANTARA MEREKA MENGARAH KE SATU TEMPAT. RUMAH SEULANGA!

ADEGAN X

DI DALAM RUANGAN SEMBAHYANG RUMAH SEULANGA. GARIS-GARIS TEGANG MASIH MELIPUTI WAJAH-WAJAH ORANG-ORANG ITU. SEMUA MEREKA MASIH LENGKAP DENGAN PERLENGKAPAN SEMBAHYANG.
TIBA-TIBA TERDENGAR SUARA MEMBENTAK DARI LUAR. SUARA ITU BENGIS DAN KEJAM. SEPERTI SUARA PEMBUNUH YANG INGIN LEKAS MEMBUNUH. LAMA-LAMA TERDENGAR PINTU YANG DIGEDOR. TERDENGAR JUGA SENJATA YANG DITARIK KOKANGANNYA.
ORANG HIJAU I : (BENGIS, MARAH, MENYEPAK-NYEPAK PINTU DENGAN SEPATU) Buka pintu…
DI DALAM RUMAH, SEMUA PENGHUNI SALING PANDANG-MEMANDANG. MASYIK DAN MAK MULAI MENANGIS. SEULANGA MEREMAS TANGANNYA SENDIRI. ABU DAN SUMAN INGIN BANGUN MENUJU PINTU.
MAK : (BANGUN MENGHAMPIRI ABU, MEMEGANG TANGAN ABU) jangan abu. (MAKIN MENANGIS) mereka akan membunuh kita..
SUMAN KELUAR TERLEBIH DAHULU DARI RUANGAN TEMPAT SEMBAHYANG. ABU MELEPAS TANGAN MAK. SEULANGA LEKAS MELEPAS TELEKUNG SEMBAHYANG DAN MEMBURU LANGKAH ABU DAN SUMAN KE PINTU DEPAN. SEMENTARA MAK DAN MASYIK MENANGIS DENGAN SALING BERPELUKAN. KEMUDIAN MAK DAN MASYIK MELEPAS TELEKUNG DAN IKUT KE PINTU DEPAN.

ADEGAN XI

KETIKA PINTU DEPAN DIBUKA OLEH SUMAN, TIGA ORANG HIJAU TELAH BERADA DI AMBANG PINTU. KETIGANYA TELAH BERMUKA SANGAT BENGIS DAN GANAS. SEKONYONG-KONYONG WAJAH SUMAN MENJADI PANIK. PUN WAJAH ABU YANG BERADA DI BELAKANG SUMAN.
ORANG HIJAU I : (MARAH, BERTERIAK) lama sekali kau buka sepatu bangsat! (MENODONG SENJATA) kamu pemberontak ya? (TERSENYUM PICIK KHAS SERIGALA).
SUMAN : (PANIK, TAKUT) saya baru siap sembahyang pak (SUARA GEMETAR).
TIBA-TIBA PERUT SUMAN DITINJU DENGAN KUAT OLEH ORANG HIJAU 1 DUA KALI. SUMAN MENJERIT KESAKITAN. SEULANGA, MAK DAN MASYIK TERBURU KE PINTU DEPAN. ABU MEMEGANG BAHU SUMAN YANG TAMPAK LUNGLAI.
SEULANGA : (BERMUKA KERAS, MENJERIT) suamiku tidak salah! Jangan kau apa-apakan ia! (MENAHAN GERAM).
ORANG-ORANG HIJAU MENATAP MARAH KE MUKA SEULANGA.
ORANG HIJAU II : Kau inong! Jangan ikut campur urusan laki-laki.
MASYIK MENEPUK PELAN PUNDAK SEULANGA. DAN SEULANGA TIDAK MEMPERKERUH PERKARA ITU.
ORANG HIJAU I : (MENARIK KASAR LENGAN SUMAN) yang laki-laki turun semua ke bawah.
ABU TURUN KE BAWAH. BEGITU PUN DENGAN TIGA PEREMPUAN YANG SEBENARNYA TIDAK DIPERINTAHKAN UNTUK TURUN. MASYIK DAN MAK BELUM REDA MENANGIS. SEMENTARA SEULANGA MENCOBA TEGAR-SETEGARNYA.
SEMENTARA DUA DARI LIMA ORANG HIJAU ITU PERGI DAN NAMPAK MEMASUKI RUMAH TENGKU YET YANG LETAKNYA PERSIS BERSEBELAHAN DENGAN RUMAH SEULANGA.
ORANG HIJAU III : (MEMBENTAK PADA SUMAN) Mana ktpmu?! (DIAM SEJENAK). Dan ktpmu juga (PADA ABU).
SEULANGA LEKAS INGIN NAIK KE ATAS RUMAH MEREKA UNTUK MENGAMBIL KTP ABU DAN SUMAN.
ORANG HIJAU I : (MURKA) mau ke mana kau perempuan bangsat?! (MELUDAH).
SEULANGA : (BERANI, TAK GENTAR SEDIKITPUN) aku ingin mengambil KTP abu dan suamiku (BERGEGAS NAIK KE ATAS RUMAH).
ABU : (IKUT BERANI) ktp abu di dalam lemari baju neuk.
TIDAK LAMA SEULANGA TELAH KEMBALI DENGAN MEMBAWA KTP ABU DAN SUMAN. IA LANGSUNG SERAHKAN KTP ITU KEPADA ORANG HIJAU I. SEJENAK ORANG HIJAU I ITU MENIMANG-NIMANG DUA BUAH KTP YANG ADA DI TANGANNYA. PANDANGAN ITU SEKALI MENGARAH KE KTP. SEKALI MENGARAH SILIH BERGANTI KE MUKA ABU DAN SUMAN.
ORANG HIJAU 1 : (MENYELIDIK) betul di antara dua kalian tidak satupun yang terlibat dengan kaum separatis laknat itu? (MELUDAH).
ABU DAN SUMAN SERENTAK MENGANGGUKKAN KEPALA.
ORANG HIJAU DUA : (MAJU KE ARAH KAWANAN, MENODONG SENJATA KE MUKA SUMAN) kalau terbukti, ini akan berbicara (TERSENYUM PENUH KELICIKAN).
SUMAN : (TEGAS, LEBIH BERANI DARI TADI) kami ini rakyat biasa pak. Sehari-hari Cuma tahu ke sawah dan kebun pak!
ORANG HIJAU I : (TERIAK) pintar kau ngomong ya?!
HENING SESAAT.
ORANG HIJAU II : (PADA ABU, MENODONG SENJATA) Kalau berbohong..( TERTAWA MELENGKING SEPERTI SERIGALA MENAKUTI GEROMBOLAN DOMBA).
ADEGAN XII

TIBA-TIBA GADUH DARI RUMAH SEBELAH, RUMAH TENGKU YET. WA HALIMAH HISTERIS BERTERIAK. SEMENTARA SUARA ORANG-ORANG HIJAU YANG BERADA DI RUMAH BEGITU BENGIS DAN KASAR.
ORANG HIJAU 4 : (BERTERIAK KERAS) ada pemberontak di sini (MELEPASKAN BEBERAPA KALI TEMBAKAN).
TERDENGAR TEMBAKAN BEBERAPA KALI. TERDENGAR JERITAN WA HALIMAH YANG MELUKAI HATI.

ADEGAN XIII

TIBA-TIBA ORANG HIJAU I DAN II MELEPASKAN TEMBAKAN TEPAT DI KEPALA ABU DAN SUMAN. KEDUA SOSOK ITU LANGSUNG RUBUH DAN PENUH DARAH.
MAK : (HISTERIS, MEMELUK ABU) Abuu..
TERDENGAR BUNYI TEMBAKAN SEKALI LAGI. DAN PUN TUBUH MAK IKUT RUBUH DENGAN DARAH BASAHI TUBUH ITU.
SEULANGA DAN MASYIK HISTERIS MENANGIS. BERDUA MEREKA MEMELUK TUBUH-TUBUH YANG MEREKA KASIHANI ITU.
SEULANGA : (MARAH, GERAM, KERAS) puas kalian anjing-anjing jahat. (DIAM SEJENAK, MENARIK NAPAS) kalian telah bunuh orang-orang yang lon kasihani. Puas kalian! (BERTERIAK, MENGGELEGAR).
SEULANGA MEMELUK TUBUH-TUBUH YANG DICINTAINYA DENGAN BAHU TERGUNCANG-GUNCANG.
SEULANGA : Abu.. Cut bang.. Mak… (BERULANG-ULANG).
SEULANGA MERASA ADA BEBERAPA TANGAN YANG MENARIK SECARA PAKSA TUBUHNYA. DICOBA PAKSA LEPAS TAPI TIDAK BISA. KETIKA DITOLEH KEPALA KE BELAKANG, TERNYATA TANGAN-TANGAN ORANG HIJAU YANG MENARIK TUBUHNYA. MUKA-MUKA ORANG HIJAU ITU TERSENYUM PENUH KEPICIKAN.
SEULANGA : (MENANTANG, MELUDAH) apa mau-mu lagi wahai kaphee-kaphee? (BERUSAHA BANGKIT TAPI GAGAL) tidak cukup telah kau ambil nyawa-nyawa belahan hati lon? (HISTERIS MENGGELEGAR).
ORANG-ORANG HIJAU ITU MALAH TERKEKEH DAN MENARIK TUBUH SEULANGA. SEULANGA MENJERIT DAN MEMANGGIL MASYIK. MASYIK BANGKIT DENGAN SUSAH PAYAH. MASYIK TAMPAK PANIK.
MASYIK : (MENGEJAR SEULANGA, BERTERIAK GERAM) jangan kau apa-apakan cucuku itu iblis!( BERUSAHA MENARIK TUBUH SEULANGA).
ORANG HIJAU III : (BENGIS) awas kau bangka tua! ( MENGHANTAM KEPALA MASYIK DENGAN POPOR SENJATA).
MASYIK SEKETIKA PINGSAN!
SEULANGA : (MENJERIT) masyiik…
LAMPU MENYOROT WAJAH SEULANGA YANG PANIK DAN PUTUS ASA. LALU BERALIH KE BUNGA SEULANGA YANG MENDADAK LAYU YANG TERLETAK DI PINGGIR SUMUR.
LAMAT-LAMAT TERDENGAR LAGU ACEH YANG MENYANYAT HATI (LAGU YANG SAMA DENGAN LAGU PEMBUKAAN). KEMUDIAN LAMPU MEREDUP DAN SEMAKIN MEREDUP.

BALIK DARI KILAS BALIK. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *